Senin, 12 Desember 2011

Setelah Dia Pergi (Where She Went)

Penulis: Gayle Forman
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Cover: Marcel A. W
ISBN: 9789792276503
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan I, Oktober 2011
Buku kedua dari If I Stay (Jika Aku Tetap Di Sini)


3 tahun kemudian, setelah kecelakaan, Mia menjadi pemain cello berbakat, lulusan terbaik Julliard.
3 tahun kemudian, setelah kecelakaan, Adam dan band-nya Shooting Star meraih kesuksesan yang tak terhingga.

3 tahun sebelumnya, terjadi sebuah kecelakaan tragis. 3 orang tewas, Denny, Kat, dan Teddy. Mereka keluarga Mia. Sedangkan Mia terbaring koma di rumah sakit.
3 tahun sebelumnya, Mia yang sudah sadar dari koma harus melakukan berbagai operasi untuk menyembuhkan luka-lukanya dan melakukan terapi mental. Dan selama itu berlangsung, Adam selalu ada di sisinya.
3 tahun sebelumnya, setelah Mia memutuskan untuk pergi ke Julliard. Dia meninggalkan Adam tetap di kampung halamannnya. 1 tahun kemudian, tak ada kabar dari Mia di Julliard, hidup Adam kian terpuruk, berpusar-pusar dalam kegelapan yang tak ada ujungnya. Dicampakkan gadis yang dia cintai, tanpa penjelasan sama sekali. Dicampakkan Mia membuat Adam memutuskan untuk menuliskan segala perasaannya tentang Mia dalam album Collateral Damage.

2 tahun kemudian, Collateral Damage menjajaki tangga lagu Billboard. Meraih penghargaan Grammy.
2 tahun kemudian, mereka bertemu kembali.

Sabtu, 26 November 2011

Sang Bintang: Starring Tracy Beaker

Yay ini buku Jacqueline Wilson ketujuh yang kubaca. Harusnya sih ini ada buku pertamanya, tapi ternyata ceritanya ga nyambung sama sekali. Dan seperti buku-buku Madam Jacki lainnya, buku ini bikin trenyuh. Walau ditulisnya dengan gaya penuh semangat, tetap saja mataku berkaca-kaca pas bacanya.

Sinopsis:
Tracy Beaker ingin sekali ikut bermain dalam drama di sekolahnya, A Christmas Carol, yang akan dipentaskan pada Hari Natal. Anak yang susah diatur ini mengira ia tidak bakalan kebagian mendapat peran, bahkan untuk menjadi anak gelandangan yang nakal sekalipun. Tapi lalu ia dipilih untuk menjadi pemeran utama.
Bisakah ia memerankan Ebeneezer Scrooge yang penggerutu dan pemarah?
Yah, ia mendapat sedikit bantuan dari Justine si Sangat-Menyebalkan Littlewood... Sementara Tracy mempersiapkan diri, Cam menolongnya menghafal dialognya. Tapi ia benar-benar ingin tahu apakah ibunya yang bintang film akan bisa datang dari Hollywood tepat pada waktunya untuk menontonnya bermain drama?


Sebenarnya ceritanya lebih dalam daripada seperti di synopsis. Tracy Beaker ini tinggal di panti asuhan tapi dia menyebutnya Tempat Pembuangan. Ibu Tracy adalah bintang Hollywood terkenal yang begitu sibuk hingga tak bisa merawat dirinya dan kemudian menitipkannya ke panti, atau begitulah kata Tracy. Suatu hari ada pemilihan drama natal di sekolah, Tracy berharap dia bisa ikut serta. Dan tak diragukan lagi dia terpilih sebagai pemeran utama. Tentu saja Tracy sangat senang, baginya ini adalah kesempatan untuk menunjukkan pada sang ibu bahwa dia bisa berakting. Dan karena dalam suratnya sang ibu berjanji akan datang ketika Natal, maka drama ini dia khusus tujukan untuk ibunya.

Jumat, 18 November 2011

Cinta Untuk CeeCee

Pernahkah membayangkan apa yang dihadapi anak-anak dengan ibu tidak waras?

Itu yang terjadi pada Cecilia Rose atau CeeCee. Usianya baru 12 tahun, tapi dia sudah mengalami kehidupan yang buruk karena ibunya mengalami gangguan jiwa. Setiap hari ibunya memakai gaun, bermake-up tebal, dan berjalan-jalan ke sekeliling kota dengan tiara yang ia menangi ketika menjadi Vidalia Onion Queen tahun 1951.

Hal itu membuat CeeCee malu setengah mati. Karena semua orang jadi membicarakan dirinya. Bahkan teman-teman di sekolahnya menertawakan dia, dan menggunjingnya di belakang. Setiap hari, CeeCee mesti berhadapan dengan tingkah ibunya yang semakin buruk, sedangkan ayahnya tak pernah ada di sampingnya untuk membantu. Sang ayah malah melarikan diri dan larut dalam pekerjaannya di kota lain. Satu-satunya yang menjadi teman CeeCee adalah Mrs. Odell, wanita tua berusia 80-an yang menjadi tetangganya seumur hidup CeeCee.

Suatu hari, Momma mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Hidup CeeCee berubah, sang ayah tidak mau mengasuhnya, dan memilih mengirimnya untuk tinggal di Savanah bersama Nenek-Bibi dari ibu CeeCee. Semakin bencilah dirinya terhadap ayahnya. Bahkan ketika akhirnya dia setuju untuk ikut dengan sang Bibi, CeeCee memutuskan bahwa pada hari itu dia resmi menjadi yatim piatu.

Namun ternyata kehidupan CeeCee dengan Bibi Tootie tidaklah semenyedihkan perkiraannya. Bibi Tootie wanita yang nyentrik namun baik hati, memiliki rumah yang sangat megah dengan taman-taman yang indah. Bibi Tootie juga memiliki seorang pengurus rumah yang tegas bernama Oletta, positifnya Oletta adalah ahli masak yang sangat terampil hingga segala yang disentuh oleh tangannya selalu saja lezat. Selain itu, di rumah Bibi Tootie, CeeCee juga berkenalan dengan tetangga-tetangga yang memiliki berbagai sifat.

Kamis, 10 November 2011

After - Setelah Malam Itu

Devon Sky Davenport, 15 tahun, adalah siswi teladan dan bintang sepak bola berbakat. Dia dikenal sebagai pribadi yang baik, tenang, dan dewasa. Namun di suatu pagi, semua tentang dirinya berubah. Di sebuah tong sampah dekat apartemen Devon, ditemukan seorang bayi baru lahir yang diikat dalam kantong plastik hitam. Bayi itu masih berlumuran darah dan masih hidup. Polisi yang menyelidiki kasus tersebut mendapati Devon membolos sekolah dan demam. Dan segera setelah melihat keadaan Devon yang juga berlumuran darah, kasus bayi tersebut langsung dikaitkan dengan Devon. Setelah hari itu dan setelah mendapat pengobatan, Devon dimasukkan ke penjara. Menunggu persidangan yang akan menentukan dirinya bersalah atau tidak. Selama proses itu, Devon bertanya-tanya apa sebenarnya yang sudah dia lakukan. Ditambah dengan berbagai pertanyaan yang dilayangkan padanya oleh pengacaranya. Pertanyaan-pertanyaan yang Devon tidak tahu jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan yang sepertinya jawabannya ada di dalam kepala tapi entah bagaimana tidak mau keluar sama sekali.

Pertama kali aku tertarik dengan buku ini adalah karena cover versi aslinya. Sosok gadis remaja yang sedang bersandar di cermin dan dalam pantulannya dia berperut buncit. Membaca judulnya After dan sinopsisnya, kupikir cerita ini berkisar pada gadis remaja dan permasalahan kehamilannya di luar nikah. Ternyata lebih berat dari itu...

Jujur pertama baca aku merasa kesal dengan sikap Devon yang terkesan "sengaja" melupakan bahwa dia sudah melakukan kejahatan. Tapi selama aku membaca ceritanya, aku semakin mengerti dan malah bertanya-tanya Apakah benar yang dilakukannya itu adalah suatu tindakan kejahatan? Devon mungkin terkesan bahwa dia sengaja. Devon mungkin terkesan sengaja bereaksi berlebihan setelah dia melahirkan dan membuang bayinya. Bahkan ketika sudah dipenjara, dia terkesan menutup-nutupi kebenaran sehingga membuat pengacaranya--begitu pula dengan aku--geram dan ingin sekali marah-marah.... Belum lagi alurnya yang serasa agak lambat, karena halaman demi halaman lompat-lompat dari kehidupan Devon di dalam penjara dan kehidupan Devon sebelum masuk penjara, lebih tepatnya sebelum penelantaran terjadi...

Di depan cover versi Gramedia Pustaka Utama tertulis Kisah emosional tentang penyangkalan dan memaafkan diri sendiri.

Sabtu, 05 November 2011

Thirteen Reasons Why

 
Kau tak bisa menghentikan masa depan, tak bisa mundur ke masa lalu. 
Satu-satunya cara mengetahui rahasia itu adalah...
terus dengarkan kaset ini.


Suatu hari Clay Jensen menerima sebuah paket berisi 7 kaset. Ketika mendengarnya, dia terperanjat lantaran yang didengarnya adalah suara Hannah Baker, gadis yang ditaksirnya, gadis yang dua minggu lalu memutuskan bunuh diri tanpa sebab.

Namun ternyata kematiannya bukanlah tanpa sebab. 7 kaset itu sampai di teras rumah Clay sebagai media Hannah untuk menjelaskan kenapa dia memutuskan bunuh diri. Dan tanpa diduga, Clay adalah salah satu dari alasannya melakukan bunuh diri.

7 kaset, 13 kisah, dan sederetan nama yang menyertai alasan Hannah melakukan bunuh diri sedang beredar melalui kaset. Mereka yang mendapatkan kaset rekaman itu akan mendapati hidup mereka berubah untuk selamanya.

Tiap-tiap orang yang mendapat kaset rekaman tersebut tak pernah menyangka bahwa mereka masuk ke 13 alasan Hannah melakukan bunuh diri. Tiap-tiap dari mereka tak pernah tahu bahwa perbuatan atau perkataan mereka, baik disengaja maupun tak disengaja, telah membuat Hannah tersinggung. Semua orang yang berada dalam kaset itu tidak tahu bahwa perbuatan atau perkataan mereka menjadi efek bola salju.

satu peristiwa sepele... bergulir menjadi sebuah rumor yang membentuk reputasi buruk. Terus menerus membesar hingga akhirnya masuk ke kejadian di seseorang direndahkan.
Segala sesuatunya memengaruhi segalanya.

Pesta Menginap

Pesta Menginap (Sleep-Overs) ini bercerita tentang lima gadis SD bersahabat yang secara kebetulan namanya berurut sesuai abjad.

Amy. Bella. Chloe. Daisy. Emily.

Daisy anak baru di sana. Semula dia merasa takkan punya teman baik. Tapi keempat teman barunya begitu menyenangkan. Terutama Emily, dia sangatlah baik hati. Dan Daisy ingin sekali bisa menjadi sahabat dekat Emily.

Cerita diawali dengan Amy yang mengadakan pesta ulang tahun. Dan karena pesta menginap sedang populer, Amy berencana mengadakan pesta menginap ketika hari ulang tahunnya.... Serunya pesta menginap ini adalah kita bisa tidur lebih dari jam malam kita. :D

Acara pesta menginap itu terus bergiliran. Dan tiap-tiap pesta selalu meriah dan menyenangkan. Daisy semakin menyukai teman-teman barunya. Namun dia merasa kurang nyaman jika berada di dekat Chloe.

Chloe gadis cantik dengan rambut pirang dan mata biru. Tapi dia tukang perintah dan selalu bikin kesal. Dia tidak menyukai Daisy. Dan selalu mengganggunya. Bahkan memanggilnya Daisy Dungu.

Dan ketika, Daisy enggan ikut serta mengadakan pesta menginap, Chloe mengolok-olok dirinya. Sebenarnya bukan karena Daisy tak ingin bikin pesta. Tapi dia malu terhadap rahasia terbesar yang selama ini berusaha disembunyikannya. Kakaknya.

Kakak Daisy sakit... dan akibat penyakitnya itu pikirannya jadi agak terbelakang. Walau Daisy sayang sekali terhadap kakaknya, dia tetap tidak berani membawa teman-temannya ke rumah. Terutama dia tidak berani menghadapi olokan Chloe...

Baca buku ini jadi ingat masa SD. Masa kita seru-seruan bareng temen. Dapat musuh. Dan suka iri-irian. Yah namanya juga anak kecil. ;D

Yang kusuka dari tokoh Daisy, dia selalu diam ketika diolok Chloe. Mungkin terkesan lemah, tapi tindakan dia yang diam aja mencerminkan bahwa ketika kita dihadapkan dengan situasi seperti itu ada baiknya kita diam dan bersikap pasrah. Karena walau bagaimanapun sabar adalah senjata ampuh dalam menghadapi segala masalah.


Judul: Sleep-overs = Pesta Menginap
Penulis: Jacqueline Wilson
Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9792203702

Kamis, 27 Oktober 2011

Putri Si Pembuat Kembang Api


Judul: Putri Si Pembuat Kembang Api
Judul Asli: The Firework-Maker's Daughter
Penulis: Philip Pullman
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
ISBN: 9789792232844
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Lila hanya tinggal bersama dengan ayahnya, Lalchand, yang merupakan si pembuat kembang api. Sejak kecil, Lila sudah sering dibawa ke bengkel pembuatan kembang api bersama ayahnya lantaran ia tidak ada yang menjaga. Oleh karena itu, Lila sudah terbiasa dengan desisan api, bau bubuk mesiu dan segala yang diperlukan untuk membuat kembang api. Lila sangat mencintai kembang api sampai ia bercita-cita ingin menjadi pembuat kembang api bersama ayahnya.

Namun sayang, pemikiran ayahnya tidaklah sama. Ayahnya tidak menyetujui cita-cita Lila yang ingin menjadi pembuat kembang api, maka ia pun tidak memberitahu Lila rahasia-rahasia wajib yang harus dilakukan seseorang untuk menjadi pembuat kembang api.

Di tempat, Lila tinggal, terdapat seekor Gajah Putih yang merupakan milik kerajaan. Gajah Putih itu harus dilayani dengan sebaik-baiknya. Harus diberikan selimut sutra, gadingnya harus dibungkus dengan daun emas. Dan kepercayaan orang di sana, jika mereka bisa menulis di tubuh gajah putih, maka keberuntungan akan menyertai mereka. Namun tidak ada yang tahu, bahwa si Gajah Putih, Hamlet, bisa bicara. Kecuali Chulak dan Lila yang mengetahui.

Dengan bantuan Chulak yang cerdik, Lila mendapat jawaban apa rahasia untuk menjadi seorang pembuat kembang api dari Lalchand. Yaitu mendaki Gunung Merapi untuk mencari Gua sang Angkara Api, lalu meminta Sulfur Bangsawan pada Sang Angkara Api. Namun kemarahan membutakan Lila, tanpa izin ayahnya, ia berangkat sendirian ke Gunung Merapi. Padahal ternyata ada rahasia yang mesti dibawa guna berhasil sampai ke Gua Angkara Api tersebut, dan Lila tidak mengetahuinya.

Kemudian atas usul Hamlet, Chulak dan Hamlet pun pergi menolong Lila.

Kamis, 22 September 2011

Iron Fey 1: The Iron King


Judul: Iron Fey 1: Iron King
Penulis: Julie Kagawa
Penerjemah: Angelic Zaizai
Penerbit: Kubika
ISBN: 9786029698763








Sinopsis:

Ada yang terasa salah dalam kehidupan Meghan. Ia tak pernah merasa nyaman di rumah…maupun di sekolah.

Saat ada yang mulai mengamatinya dari kejauhan, dan sahabatnya yang jahil tiba-tiba menjadi sangat protektif terhadapnya, Meghan merasa semua yang dia ketahui akan segera berubah. Namun dia tak pernah menduga bahwa dirinya adalah putri raja faery, dan dia akan menjadi pion dalam perang antar faery.

Kini Meghan harus memutuskan sampai sejauh mana dia rela berkorban demi menyelamatkan orang yang sangat dia sayangi, menghentikan makhluk jahat yang tak sanggup dihadapi para faery… dan mendapatkan cinta seorang pangeran muda yang justru hendak membunuhnya.



Review:

Yay... Ini buku terjemahan Zaizai yang pertama...
Dan aku dikasih kehormatan untuk membaca bukunya lebih dulu...

Bisa dibilang ini buku pertama tentang faery yang pertama kubaca. Sebelumnya, aku tidak begitu tertarik, karena faery yang kukenal itu kan cuma tinkerbell. ;D
Tapi buku ini justru berbeda...

Bercerita mengenai seorang gadis biasa yang tidak populer di sekolahnya, Meghan Chase. *alur yang biasa banget kan?*

Tapi di sini, Meghan bukan ketemu dengan cowok tampan misterius yang menjauhinya. Gak sama sekali.... Awal dugaanku juga seperti itu. Tapi ternyata sebagian besar kisah petualangan Meghan bukan terletak di dunia kita, melainkan di dunia faery...

Suatu hari, Meghan merasa ada yang aneh dengan kehidupan di sekelilingnya. Hal-hal aneh terjadi. Dan puncaknya adalah ketika adiknya berubah menjadi sangaaaaaat aneh.
Ternyata, adiknya diculik changeling... Dan untuk membawa kembali sang adik, Meghan harus memasuki dunia faery...

Bersama temannya yang ternyata tokoh legenda faery, Puck, atau Robin Goodfellow. Meghan memasuki Nevernever guna mencari sang adik.

Seiring petualangannya, Meghan pun mengetahui sebuah kenyataan yang mengejutkannya. Yaitu, ternyata dia adalah seorang putri dari Raja Faery. Tepatnya Raja Musim Panas.

Jadi begini, di Nevernever. Ada dua kerajaan. Kerjaan Musim Panas yang dipimpin oleh Oberon. Dan Kerajaan Musim Dingin yang dipimpin oleh Mab. Dan di sana pula Meghan bertemu dengan Pangeran Ash yang tampan.

Eitz... tunggu dulu... kisahnya ga melantur ke kisah cinta kok. Buku ini tetap konsisten pada petualangan Meghan di dunia faery dan tujuannya menyelamtkan adiknya...

Tokoh Ash ini adalah putra bungsu dari Ratu Mab. Tentunya dia faery es dong... kan dari kerajaan musim dingin.

Jadi... nah ini ada kejadian lagi... ga seru dong kalo cuma nyari-nyari adik Meghan, yang omong-omong namanya Ethan :D
Jadiii suatu hari, ada ancaman di Nevernever... ada satu kekacauan yang diakibatkan oleh faery besi. Kemunculan faery ini juga tidak diketahui oleh bangsa faery lain... hingga sudah merajalela dan mengancam barulah mereka menyadarinya... dan hanya Meghan lah yang bisa menyelamatkan baik bangsa faery Nevernever dan adiknya...

Aku suka sama hal yang diangkat Julie Kagawa ini dalam kalimat:

Fey besi lahir dari impian yang berbeda. Mimpi tentang teknologi dan kemajuan. Mimpi tentang ilmu pengetahuan. Ide-ide yang dulunya tak mungkin -pesawat, kereta api, internet- melahirkan faery dari jenis yang jauh berbeda.


Ya ampun, bayangkan kalau ternyata Fey besi itu ada... mungkin laptop yang sedang kupakai ini bisa ngamuk-ngamuk dan merusak keindahan alam...

Tapi kalau dipikir-pikir, memang sih teknologi sudah merajalela dan mengancam kelestarian alam sejak dulu kala.

Btw, daripada ngelindur terus-terusan. Aku tutup review dengan bilang: Alhamdulillah yah, terjemahannya bagus. Sesuatu banget... *plaaak* ;D


Ga sabar ngelus-ngelus buku keduanya. Iron Daughter.

PS: kucing Grimalkin di novel ini lucu sekali.... >.<
sampai-sampai aku ngasih nama kucingku dengan nama yang sama :D

Walau sekarang udah ga ada :(

Jumat, 19 Agustus 2011

Setelah Aku Pergi

Judul: Ways to Live Forever (Setelah Aku Pergi)
Penulis: Sally Nicholls
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Tanti Lesmana
Cover: Satya Utama Jadi
ISBN 13: 9789792236538



Daftar no 1: Lima Fakta Tentang Aku

1. Namaku Sam.
2. Umurku sebelas tahun.
3. Aku suka mengumpulkan cerita dan fakta-fakta yang fantastis.
4. Aku mengidap leukimia.
5. Saat kalian membaca buku ini, kemungkinan aku sudah pergi.




Awal buku ini membuatku bergidik. Catatan yang begitu lugas dari seorang bocah 11 tahun pengidap leukimia akut.

Buku ini adalah buku harian Sam. Isinya sudah pasti kesehariannya melewati waktu.
Sam tidak bersekolah di sekolah umum. Penyakitnya membuatnya tak bisa melakukan aktivitas di sana. Dan lagi pula, Sam takut sekolah. Dia benci ketika semua orang bertanya-tanya tentang penyakitnya. Bertanya-tanya kenapa dia begitu lemah.

Maka dia pun sekolah privat, di rumah, bersama seorang temannya bernama Felix yang juga menderita kanker.

Ketika gurunya meminta mereka menuliskan tentang diri mereka. Sam memutuskan membuat buku. Buku yang isinya fakta-fakta tentang Sam. Namun selain itu, buku tersebut juga berisi pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab. Karena Sam suka sekali bertanya, dan menurutnya orang dewasa cenderung tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya. Tak tanggung-tanggung, Sam juga menulis tentang daftar hal yang ingin dilakukannya. Hal-hal yang hanya bisa diimpikannya untuk dilakukan.

Tapi bersama Felix dia justru berusaha mewujudkan sebagian dari itu.

Ada 1 hal yang bikin aku tertawa terpingkal-pingkal pas mereka berusaha menembus rekor dunia dengan membuat klab malam paling kecil sedunia. Tempatnya di mana coba? di dalam lemari baju ;D

Namun aku langsung terenyuh ketika membaca pertanyaan:

"Kenapa Tuhan membuat anak-anak jatuh sakit?"

Pertanyaan polos itu bikin aku ingin meluk Sam dan Felix.

Sungguh buku yang bagus. Dari Sam, dengan semangatnya, kita belajar bahwa hidup haruslah selalu disyukuri... mana kita tahu besok cobaan apa yang akan menerpa kita. Karena pada dasarnya Tuhan sayang semua makhluknya...

Rabu, 10 Agustus 2011

Pretties (Uglies #2)


"Apa yang terjadi jika kesempurnaan tak pernah cukup?"

Itulah tagline yang menghiasi cover depan buku ini. Kenapa aku pake foto Kaya Scodelario? Ga ada alasannya. Cuma karena dia cantik aja :P

Buku Pretties ini adalah buku kedua seri Uglies karya Scott Westerfeld.
Sebelumnya di buku satu yang berjudul Uglies, Westerfeld mengangkat tema mengenai  dunia setelah terjadinya kekacauan alam akibat global warming. 

Lalu muncullah peraturan kota yang mewajibkan semua penduduknya menjalani operasi wajah agar menjadi cantik guna mengatasi hal tersebut. Bagaimana bisa??
Sebelum beralih ke cerita, aku barusan mengintip arti genre dystopia yang merupakan kategori buku ini di wiki.


Distopia adalah masyarakat fiktif yang merupakan antitesis atau berlawanan dengan utopia. Masyarakat distopia umumnya hidup di bawah pemerintah yang totaliter atau otoriter, atau diawasi di bawah pengawasan sosial yang ketat dan menindas. Distopia biasanya terjadi di masa depan bayangan atau sejarah alternatif, dan eksis akibat perbuatan manusia (merujuk kepada kesalahan yang dilakukan atau malah hanya merujuk kepada tindakan manusia yang sekadar berdiam diri dalam menghadapi masalah).

Dalam seri ini, Westerfeld menggambarkan sebuah kota yang mengatasi kerusakan alam di masa lalu bukan dengan melakukan pencegahan di sana sini. Melainkan langsung pada sumbernya sendiri, yaitu Manusia. Pemerintah mewajibkan semua penduduknya dioperasi menjadi rupawan saat mereka berusia 16 tahun.  Operasi ini awalnya disinggung sebagai cara untuk mengatasi kecemburuan sosial dan sifat-sifat dasar manusia yang buruk. Sebab sifat manusia yang iri, dengki, pemalas, dan suka berdebat lenyap ketika mereka menjadi rupawan. Di sini Westerfeld menggambarkan bahwa kaum rupawan adalah jenis yang lebih baik daripada manusia sebelumnya.
Seperti tingkatan manusia saat zaman purba. Dari meganthropus sampai yang paling sempurna homo sapiens. Di mana cara hidup dan berpikir mereka berubah seiring berkembangnya zaman.
Nah di buku kedua ini, si tokoh utama, Tally Youngblood akhirnya menjadi rupawan seperti keinginannya. Dia juga berhasil berkumpul dengan Peris dan Shay, dua sahabatnya. Namun menjadi rupawan ada risikonya. Selain dilirik cowok-cowok ganteng dan cewek-cewek cantik, operasi ini merenggut pikiran jernih kaum rupawan. Tak terkecuali Tally.
Namun bagi Tally, menjadi rupawan ternyata tidak semenyenangkan yang dipikirkannya. Sebagian besar kehidupannya hanyalah bersenang-senang, namun sering lupa pada kejadian sebelumnya. Dan yang dipikirkan hanyalah menjadi “keren”. Bercerita hal yang itu-itu saja. Hidup yang membosankan. Dengan masa depan yang tak jelas gambarannya. Kaum rupawan memang menjadi kaum paling enak dipandang namun pikiran mereka jadi tumpul. Itul pulaah harga yang harus dibayar oleh Tally demi wajah cantik yang didapatnya Hingga akhinya masa lalu saat Tally masih buruk rupa mengikutinya. Memberinya suatu penawaran menjadi "sehat".
Seperti kutipan di awal bab 1 dari buku The Stone of Venice I karya John Ruskin:
"Ingatlah bahwa benda-benda terindah di dunia sebagian besar tak berguna.

Kendali pemerintah akan manusia di buku ini dimaksudkan agar mereka tak lagi merusak alam. Agar mereka puas dengan apa yang mereka miliki di bawah kendali. Hidup senang dan terpenuhi kebutuhannya. Namun tanpa masa depan yang berarti. Karena bagaimana manusia disebut manusia jika mereka tak menggunakan akal sehat yang diberikan Tuhan padanya? Seperti kutipan di halaman 142:

“Kita terkendali, Tally, karena operasi itu. Dulu manusia membuat bencana. Bereproduksi tak terkendali, memakai sumber alam, menghancurkan apa pun yang mereka sentuh. Tanpa operasi, umat manusia hanya akan seperti generasi Rusty.”

Generasi Rusty di buku ini maksudnya adalah kaum buruk rupa yang hidup dengan memanfaatkan kekayaan alam seenak jidat. Secara gak langsung itu adalah kita. Serasa ketampar ga sih? Sementara di dunia kita saat ini, manusia lebih mementingkan kehidupan enaknya sendiri sambil menutup mata dan telinga sementara alam menjerit-jerit kesakitan.
Lubang ozon yang kian lama kian melebar. Sampah yang semakin lama semakin menumpuk. Bencana yang terjadi karena kesalahan manusia sendiri.
Membaca buku Pretties ini jadi mengingatkanku akan dunia di buku Hunger Games. Dunia penuh kelaparan. Hingga demi mendapat makanan layak pun mereka mengadakan permainan keji dengan nyawa sebagai taruhannya.
Semoga saja kita ga akan sampai kayak gitu. Buku-buku seperti ini sudah menegur kita dan memberi kita gambaran masa depan yang suram.
Catatan untuk diri sendiri: jangan buang sampah sembarangan. Sedia goodie bag saat ke toko buku/pusat perbelanjaan demi mengurangi penggunaan kantong plastic.
Terlepas dari tema yang di angkat Westerferld. Buku bergenre fiksi dystopia ini layak untuk dikoleksi. Buku ini sudah terbit terjemahannya hingga 3 buku oleh Penerbit Matahati.



Penerbit: Matahati
Penulis: Scott Westerfeld
Genre: Dystopia
Penerjemah: Yunita Candra
Penyunting: Lulu Fitri Rahman

Sabtu, 18 Juni 2011

Prophecy of the Sisters

Judul: Prophecy of the Sisters #1
Penulis: Michelle Zink
Penerbit: Matahati
Penerjemah: Ida Wajdi
Penyunting: Aisyah
Korektor: Tisa Anggriani
Cetakan I: Maret 2011
Tebal: 360 halaman
Tata Letak: MAB
ISBN: 9786028590266
Harga jual: Rp 68.500,-


Ada sebuah kisah versi lain tentang malaikat jatuh. Kisah ini bertutur mengenai Malaikat yang ditipu oleh Maari (salah satu dari Dua Saudari) untuk melanggar larangan. Malaikat ini adalah Samael.

Seperti yang kita sudah sering dengar, Samael merupakan Malaikat Kematian. Dia sering disebut-sebut sebagai Malaikat juga Iblis. Konon katanya dia dilayani oleh lebih dari satu juta malaikat.

Maari merayu Samael, malaikat yang paling dipercaya Tuhan. Dan Samael berjanji pada Maari, jika Maari bisa melahirkan seorang malaikat, maka ia akan menerima semua pengetahuan yang terlarang baginya. Para malaikat yang terlahir itu menikahi wanita manusia dan kemudian diusir dan dipaksa mengembara ke delapan Dunia Lain untuk selamanya hingga tiba waktunya Kiamat. Begitu juga Samael yang menjadi Iblis atau Roh yang Tersesat.

Namun ada satu cara bagi mereka para roh tersesat itu untuk kembali ke dunia fisik. Yaitu dengan melibatkan Dua Saudari.

Dari sinilah lahir sebuah ramalan kuno, yang dipercaya sebagai legenda, mitos, dari bangsa Keltik. Ramalan yang melibatkan Dua Saudari—kembar. Konon ramalan ini dipercaya sebagai kunci untuk membantu para Malaikat terbuang kembali ke dunia nyata.

Melalui api dan harmoni umat manusia bertahan
Hingga dikirimnya para Garda
Yang mengambil istri dan kekasih dari seorang pria,
Menimbulkan kemurkaan-Nya.
Dua Saudari, terbentuk dari samudra bergelombang yang sama,
Yang satu sang Garda, yang lain sang Gerbang.
Yang satu penjaga kedamaian,
Yang lain bertukar sihir untuk pemujaan.
Dilempar dari surga, para Roh itu Tersesat
Tatkala para Saudari melanjutkan pertempuran
Hingga sang Gerbang memanggil mereka kembali,
Atau sang Malaikat membawa Kunci-Kunci menuju Neraka.
Tentara, berbaris melalui Gerbang.
Samael, sang Iblis, melalui sang Malaikat.
Sang Malaikat, hanya dijaga oleh perlindungan selubung halus
Empat Tanda, Empat Kunci, Lingkaran Api
Terlahir dalam napas pertama Samhain
Dalam bayangan Ular Batu Mistis dari Aubur.
Biarkan Gerbang Malaikat mengayun tanpa Kunci
Diikuti Tujuh Tulah dan Tak Kembali
Kematian
Kelaparan
Darah
Api
Kegelapan
Kekeringan
Kehancuran
Rantangkan lenganmu, Nona Kekacauan
malapetaka sang Iblis akan mengalir
seperti sungai
Karena semuanya musnah saat Tujuh Tulah dimulai.


Amalia Milthrope dan saudari kembarnya, Alice, dihadapkan dengan takdir bahwa mereka merupakan Saudari terpilih untuk memainkan peran dari ramalan tersebut.

Misteri berawal dari meninggalnya sang ayah secara misterius di Kamar Gelap—kamar tempat ibu mereka sering menyendiri ketika masih hidup. Pada hari sepeninggal ayahnya itu, Lia menemukan tanda aneh di pergelangan tangannya. Tanda melingkar, berbentuk ular yang memakan ekornya sendiri. Jorgumand.














Walau sudah berulang kali mempelajari isi ramalan tersebut, Lia masih belum tahu yang mana merupakan perannya. Tetapi dia yakin dialah sang Garda. Pelindung dunia nyata. Penghalang Samael memasuki dunia fisik.

Bersama dengan dua sahabat barunya, Sonia Sorrensen dan Luisa Torelli, Lia mencari tahu tentang arti ramalan tersebut.
Pertama dia harus mencari apa perannya dalam ramalan tersebut, dan apa arti tanda yang tiba-tiba muncul di pergelangan tangannya itu.
Menurut sang Bibi, selalu si kembar yang lebih dulu lahirlah yang merupakan sang Gerbang, dan saudarinyalah yang merupakan sang Garda.

Namun karena kesalahan saat persalinan, maka Lia-lah yang lahir terlebih dahulu dan menerima peran sebagai sang Gerbang.
Hanya saja tidak semudah itu. Walau Lia berkeras memilih jalan untuk tetap menjaga Gerbang, tidak demikian dengan Alice. Dia tidak menerima perannya sebagai Garda karena hasratnya adalah sebagai Gerbang, dan berniat membawa Samael untuk melintas ke Dunia Nyata. Sayangnya Alice tidak punya keuntungan dalam memainkan peran memanggil Samael. Hanya Malaikat Kekacauan yang mampu memanggil Samael, dan orang itu adalah Lia. Peran Lia dalam ramalan tersebut bukan hanya sebagai sang Gerbang, tetapi juga sebagai sang Malaikat pembawa Kunci. Hanya dialah yang mampu memanggil Samael. Oleh karena itulah, selain Lia diharuskan menerka teka-teki yang berada di ramalan satu per satu, dia juga mencari empat kunci yang tertera di ramalan guna mengunci sang Iblis dan tentaranya untuk selama-lamanya.


Suka sekali buku ini.
Pertama baca buku ini tahun dua tahun lalu, waktu dikasih tes terjemahan oleh Matahati. Dan langsung saja buku ini membuatku terpikat. Selain nuansanya yang horror, ramalan yang bersangkutpaut dengan Malaikat dan Alkitab membuat kesuraman serta unsur magis yang terdapat di dalam cerita-cerita Malaikat ini yang membuatnya semakin gelap. Padahal tokohnya yang kembar pun sudah merupakan unsur magis tersendiri.
Dan 1 poin keren untuk buku ini adalaaaah... unsur Malaikat ini bukan sekadar tempelan :P
Tidak seperti buku-buku lain yang kesannya hanya menampilkan biblical words dan tokoh Guardian atau apalah, tapi kisahnya sendiri ga jelas ke mana, yang kesannya kisah Malaikat dan unsur magisnya hanya penghias.
Buku ini jelas menawarkan hal yang berbeda dengan yang sekarang ramai di pasaran :P

Ditambaaaah alur buku ini enak diikuti, karena cepat, tidak lambat. Setiap babnya penuh dengan kejutan. Dan beberapa kali aku selalu menutup buku dengan keras saking takutnya. *yeaah salah sendiri bacanya tengah malam, Mer*