Senin, 25 Juni 2012

The Shadows - Jacqueline West



Judul: The shadows (The Books of Elsewhere)
Penulis: Jacqueline West
Penerjemah: Nur Aini
Proofreader: Tisa Anggriani
Cover: Jennifer Kelly
ISBN: 978-602-9159-88-2
Penerbit: Ufuk Fiction

Pertama kali tertarik buku ini pas lihat cover-nya di Facebook penerbit Ufuk Fiction. Dari cover-nya sudah kelihatan ini buku anak-anak, dan saya sebagai anak-anak abadi (keselek) merasa wajib punya buku ini.
Dan syukurlah belinya pas ada book fair, jadi dapat diskon deh. ^^

Ceritanya tentang anak perempuan berusia 11 tahun bernama Olive Dunwoody. Dia dan keluarganya baru saja pindah ke sebuah rumah tua bergaya zaman Victoria. Rumah itu tadinya ditempati oleh perempuan tua bernama Ms. McMartin bersama ketiga ekor kucingnya, setelah semeninggalnya perempuan itu dan karena dia tak punya sanak saudara, rumah itu pun akhirnya dijual.  Namun karena orangtua Olive terlanjur jatuh cinta dengan keotentikan rumah tersebut, mereka pun membeli rumah itu tanpa menyingkirkan perabotan yang ada di dalamnya. Termasuk lukisan-lukisan yang terpajang hampir di seluruh penjuru rumah.

Layaknya anak-anak, Olive yang dirundung kebosanan karena sekolah belum dimulai akhirnya pun menjelajahi rumah. Dan ketika sedang berusaha mengamati lukisan-lukisan di rumah, Olive yakin bahwa dia melihat sosok putih berlari ketakutan di dalam salah satu lukisan itu. Tapi sejenak kemudian sosok itu melenyap.

Suatu hari di tengah-tengah kegiatan menjelajahnya, Olive menemukan sebuah kacamata di salah satu kamar di rumahnya. Dengan menggunakan kacamata itu, Olive kembali mengamati lukisan-lukisan tersebut. Yang membuatnya mengejutkan, semua lukisan itu bergerak. Dan ajaibnya, Olive bisa masuk ke dalam lukisan-lukisan tersebut; menembus kertas kanvasnya, cat-catnya, dan sekonyong-konyong menjadi satu dengan dunia di dalam lukisan, Elsewhere: dunia lain. Dari sinilah petualangan Olive dimulai. 



Selasa, 05 Juni 2012

The Healing Wars I: The Shifter - Janice Hardy



Kembali lagi ke fantasi murni. Di sini tak ada werewolf, peri, bahkan vampir. Tokohnya remaja, tapi sama sekali tak ada kisah cinta kawula muda.

Nya, lima belas tahun, mesti bekerja keras demi bisa makan, sementara adiknya, Tali, hidup enak di Healers’ League—akademi khusus penyembuh. Nya tak bisa dapat keistimewan serupa, karena Nya bukan Healer walau sesungguhnya bakat itu mengalir dalam keluarga; Grannyma dan Mama bahkan merupakan Healer terkemuka sebelum terjadinya perang yang akhirnya merenggut nyawa mereka.




Para Healer di sini gunanya buat menyembuhkan rasa sakit. Dari memar kecil, hingga patah tulang. Mereka itu kayak dokter tanpa obat. Satu-satunya yang menjadi keunggulan adalah, Healer menarik rasa sakit lalu memasukkannya ke dalam sebuah benda berbentuk tongkat, bernama pynvium. Orang-orang yang bisa menarik rasa sakit itu disebut Taker.

Nya adalah Taker, tapi bukan Healer. Dia bisa menarik rasa sakit, tapi tak bisa merasakan pynvium dan mendorong rasa sakit ke dalam benda tersebut. Alih-alih, Nya bisa mendorong rasa sakit yang ditariknya itu ke dalam tubuh orang lain. Itulah yang membuatnya tak bisa masuk League. Bukannya League menolak dia, tapi kemampuan seperti yang dimiliki Nya ini dianggap tidak normal dan berbahaya. Konon, para Taker tidak normal ini dijadikan senjata oleh sang Duke yang memimpin Three Territories.




Jumat, 01 Juni 2012

The Lonely Hearts Club - Elizabeth Eulberg




Dari semua buku Elizabeth Eulberg, aku paling suka yang ini. Kenapa? Soalnya nuansa The Beatles-nya kental banget. Terbukti deh sama judulnya The Lonely Hearts Club, kayak judul album kesembilan The Beatles Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band, yang di dalamnya ada lagu Lucy in the Sky with Diamond (lagu favoritku!)

Tokohnya bernama Penny Lane, punya kakak namanya Lucy dan Rita,
sudah ketebak dong kalau orangtua mereka pastinya fans berat The Beatles. Bikin iri banget deh...

Tapi inti buku ini bukan tentang The Beatles.

Penny merasa muak disakiti cowok. Nate, cowok pujaannya dari kecil yang kebetulan anak dari sobat karib orangtuanya, dan yang juga selalu diimpi-impikannya akan menjadi The One-nya, ternyata hanya cowok badung yang bajingan. Nate tega-teganya bawa cewek ke rumah Penny dan bermesraan di sana, padahal mereka berjanji kalau malam itu adalah malam mereka. Setelah kejadian itu, hati Penny hancur berkeping-keping. Dia bertekad tak akan ada lagi cowok sampai dia lulus SMA. Temannya, Tracy, menganggap dia gila, karena ya ampun SMA tanpa cowok? Yang benar saja.

Tapi menurut Penny cowok itu cuma jadi masalah. Dulu Penny pernah dicampakkan sahabatnya dari kecil, Diana. Karena Diana punya cowok dan bergabung dengan murid-murid populer di sekolah. Selain itu, menurut Penny cowok tuh pikirannya cuma seks seks seks, sama sekali tak memikirkan perasaan cewek-cewek, dan setelahnya apa? Mereka membuang saja gitu cewek-cewek yang mereka pacari.

Dan karena insiden bersama Nate itu, Penny akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah klub. Namanya, The Lonely Heart Club. Anggotanya? Ya, dia sendirian.
  
Suatu hari, anggota klub bertambah. Tak disangka-sangka, anggota tambahan tersebut adalah Diana. Sahabatnya waktu kecil, yang mencampakkannya demi Ryan, dan sekarang malah mau bergabung dengan klub karena dia sudah putus dengan Ryan (nyebelin ya). Tapi karena Penny baik hati, jadi mengapa tidak memberikan kesempatan kedua untuk Diana berteman. :D

Hari demi hari, anggota klub bertambah. Semakin banyak cewek-cewek di sekolah yang merasa mereka disakiti cowok ikut dalam klub Penny. Klub itu pun menjadi klub terkenal di sekolah. Sayangnya, klub Penny menuai protes dari banyak pihak, termasuk kepsek. Dan ketika orangtua Penny dipanggil, mereka malah marah kepada kepsek karena klub ini berniat positif. Selanjutnya mereka malah terus mendukung kegiatan klub tersebut.  Yuhuuu keren ya orangtua Penny!

Semua berjalan lancar, sampai Ryan, cowok keren di sekolah yang juga mantan Diana mulai pdkt sama Penny. Karena Penny adalah ketua dan pendiri The Lonely Hearts Club, tak mungkin kan dia melanggar peraturannya sendiri. Sementara anggota klub semakin erat, mereka berbagi masalah, berbagi kebahagiaan, dan saling mendukung dalam berbagai hal (paling keren pas menggalang dana untuk tim basket putri). Tapi entah kenapa setiap Ryan mendekat, hati Penny selalu berdesir. Semakin lama semakin Penny tak bisa menyangkal kalau dia pun suka sama Ryan. Apa yang akan Penny lakukan? Akankah Penny tetap berpegang teguh pada keyakinannya atau malah luluh dengan perasaannya? Galau banget deh.

Wohoooo aku sukaaaa bangeeet buku ini.
Ringan banget untuk dibaca di waktu senggang. Covernya lucu. Ilustrasinya unyu. Dan terjemahannya asyik, gaya bahasanya santai banget, layaknya teenlit.

Btw adegan paling romantis pas Ryan dengan pedenya nyanyi lagu Penny Lane... hahaha padahal suaranya suambang dan kepeleset nada terus ;D

4 bintang untuk Penny. 

Penerbit: Bentang Belia
Penerjemah: Rini Nurul Badariah

Room - Emma Donoghue



Buku ini diceritakan dari sudut pandang anak berumur lima tahun, Jack.

Bagi Jack, Room adalah dunianya. Dia tinggal di Room bersama Ma. Mereka hanya berteman dengan TV, Wardrobe, Rug, Table, Roof, Watch dan berbagai benda lainnya yang berada di Room. Outside bagi Jack tidak ada. Setiap dia menatap ke luar, dia hanya melihat Skylight yang tak ada ujungnya. Makhluk hidup dan benda-benda lain yang dilihat Jack hanya ada di dalam TV, dan mereka semua tidak nyata. Namun sesekali, Jack bertemu dengan Ant, Spider, dan bahkan Mouse. Sayangnya, Ma tidak suka dengan mereka, karena menurut Ma mereka membawa kuman penyakit. Jack selalu menangis setiap kali Ma mengusir mereka.

Setiap Minggu mereka selalu dapat persediaan makanan baru. Kadang juga pakaian baru. Asyiknya, mereka bisa menulis wishlist benda-benda yang mereka inginkan. Semua akan dikabulkan oleh Old Nick.

Jack fans sejati Dora. Setiap kalau ada Dora dia selalu setia di depan TV. Dia juga Spongebob. Kesehariannya selalu dijalani dengan bangun pagi, sarapan, mandi, main sama Ma. Baginya itu dunianya, dan dia tak pernah merasa bosan.

Saat malam tiba, Jack harus tidur di Wardrobe, kalau-kalau Old Nick datang. Namun setelahnya, ketika pagi tiba, Jack selalu terbangun di atas tempat tidur. Kemudian melakukan rutinitas yang sama seperti sebelumnya.

Suatu hari segalanya berubah. Old Nick marah dan mematikan listrik di Room. Selama tiga hari Ma dan Jack hidup tanpa listrik dan pemanas ruangan. Mereka nyaris mati kedinginan. Dan hal tersebut membangkitkan keinginan Ma untuk keluar dari Room. Jack sebaliknya, dia merasa Ma bersikap aneh, karena Outside itu tak ada, Outside itu tidak nyata, Ma selalu bilang begitu. Tapi Ma terus bertekad bahwa mereka harus keluar. Mereka menyusun rencana untuk menipu Old Nick. Dan Jack harus berperan sebagai sang pemberani untuk menolong mereka keluar dari Room.

Suka banget suka banget suka banget buku ini...
Sebelum membaca buku ini, aku membaca sekilas-sekilas review teman-teman. Bahkan aku tak baca sinopsisnya. Jadi ketika baca aku sempat menebak-nebak, ini Room apa sih? Sel penjarakah? Namun pas Old Nick keluar aku baru ngeeeeh *dasar lola* :P


Jumat, 30 Maret 2012

(BBI: Perempuan) Pencarian Panjang Cinta Yang Hilang

Judul: Sky Burial – Pemakaman Langit
Penulis: Xinran
Penerbit: Serambi
ISBN: 978-979-1275-02-6
Cetakan I: Agustus 2007
Penerjemah: Ken Nadya Irawardhani Kartakusuma 

Sudah lama sepertinya aku tak menemukan buku yang mampu membuatku tak mampu berhenti membacanya, membuatku tak mampu untuk tak tenggelam dalam kalimat-kalimatnya, membuatku tak mampu untuk tak begadang demi melahapnya kata demi kata.

Pertemuanku dengan buku ini berawal dari kunjunganku ke rumah seorang teman. Bermulanya, ketika aku mengungkapkan rencanaku untuk membuat baca bareng di Goodreads Indonesia dengan tema buku perempuan dan akhirnya juga  menjadi tema baca bareng bulan Maret di Blog Buku Indonesia . Temanku itu dengan semangat memperlihatkan padaku sebuah buku kecil dengan sampul bergambar gunung-gunung batu, ada sesosok perempuan berdiri di sana mengenakan pakaian adat Tibet. Sampul itu saja sudah membuatku tertarik. Namun yang paling membuatku makin semangat adalah judulnya: Sky Burial – Pemakaman Langit.

Yang aku ketahui tentang pemakaman langit adalah suatu tradisi bangsa Tibet yang menyayat-nyayat jasad untuk ditaruh di puncak gunung agar dimakan oleh burung pemakan bangkai, lantaran letak Tibet yang tidak memungkinkan rakyatnya memiliki pemakaman tanah, maka pemakaman langit ini dianggap lebih mudah dilakukan.

Buku ini diawali oleh penuturan sang penulis Xinran, bahwa ketika berusia lima tahun, ia mendengar sepintas obrolan mengenai orang-orang Tibet yang memotong tubuh seorang prajurit Cina hanya karena prajurit itu menembak seekor burung pemakan bangkai. Penggalan obrolan itu terpatri dalam benaknya dan berusaha memahaminya sampai akhirnya malah terlupakan. Namun pada tahun 1994, ketika Xinran bekerja sebagai wartawan di Nanjing dan sedang memandu siaran radio, salah satu pendengarnya menelepon dari Suzhou untuk memberitahu bahwa ia baru saja bertemu wanita aneh di jalan yang baru saja pulang dari Tibet. Tergelitik rasa penasaran Xinran akhirnya menempuh perjalanan ke Suzhou guna mencari wanita yang dimaksud.

Buku Harian Lottie

Judul: Buku Harian Lottie
Judul Asli: The Lottie Project
Penulis: Jacqueline Wilson
Ilustrator: Nick Sharratt
Penerjemah: Novia Stephanie
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Januari 2006

Ceritanya tentang gadis kecil bernama Charlotte, tapi dia lebih suka dipanggil Charlie. Karena menurut dia Charlotte itu nama yang megakuno dan ultramembosankan. Dia tinggal berdua bersama ibunya. Ibunya bekerja di toko elektronik. Namun suatu hari ibunya dipecat, segalanya berubah... sang ibu mesti cari pekerjaan baru demi memenuhi kebutuhan mereka dan melunasi cicilan apartemen. Walau akhirnya bekerja di tiga tempat sekaligus.

Masalah datang tak hanya di situ. Charlie punya guru kelas baru. Namanya Miss Beckworth. Guru baru ini sangat tegas. Untuk duduk saja dia sudah mengaturnya sesuai abjad nama belakang anak-anak. Alhasil, Charlie tak bisa duduk dengan teman-teman segengnya. Ultraparahnya, Charlie harus duduk dengan orang yang paling tidak dia suka, Jamie Edwards! Anak cowok yang megasombong dan tukang cari muka ke guru-guru. Belum cukup menyiksa, Miss Beckworth menugaskan murid-muridnya untuk membuat sebuah proyek, yaitu tentang zaman Victoria.

Tapi bukan Charlie namanya kalau tak cerdik. Alih-alih membuat proyek tentang zaman Victoria, dia justru membuat sebuah buku harian tentang pengasuh muda seumurannya bernama Charlotte, tapi dengan nama panggilan Lottie. :D

Senin, 26 Maret 2012

(BBI: Buku Anak) Menguak Rahasia Suaka


Judul: Fablehaven #1 : Secret Sanctuary
Judul Asli: Suaka Rahasia
Penulis: Brandon Mull
Penerbit: Mizan Fantasi
Penerjemah: Reni Indardini
Penyunting: Suhindrati a. Shinta
Penyelaras Aksara: Alfiyan
ISBN: 978-979-433-591-8



Buku ini hadiah dari Secret Santa BBI :D
Terima kasih Kak Ine :-*

Kendra dan Seth dititipkan ke nenek-kakek Sorensen, lantaran orangtuanya harus berlibur ke Skandinavia. Liburan wajib ini sudah diatur oleh kakek-nenek Larsen sebelum mereka meninggal. Hanya saja dalam aturan itu kakek-nenek Larsen hanya mewajibkan liburan ini untuk anak-anak mereka dan pasangannya.

Lalu ketika Kendra dan Seth dititipkan di kediaman kakek-nenek Sorensen, mereka hanya bertemu dengan si kakek, katanya nenek mereka sedang mengunjungi kerabat yang sakit. Jadinya mereka tak bisa bertemu dengan sang nenek sampai entah kapan waktunya. Kakek Sorensen menempatkan Seth dan Kendra di loteng yang penuh dengan barang-barang menyenangkan agar membuat mereka betah di sana. Hanya saja, Kakek Sorensen menegaskan banyak sekali peraturan: mereka tidak boleh merusak mainan, tidak boleh memasuki lumbung, tidak boleh masuk hutan. Alasannya sih karena di hutan lagi kena wabah penyakit Lyme yang disebabkan oleh kutu.

Maka, petualangan Seth dan Kendra di loteng pun dimulai.
Banyak sekali mainan di sana. Hanya saja, rasa bosan akhirnya mengalahkan keasyikan bermain di sana. Seth si bandel dan berjiwa petualang, akhirnya malah nekat untuk menjelajahi hutan. Di hutan ini, Seth menemukan sebuah gubuk yang tersaput sulur-sulur ivy. Dan di sana ada seorang perempuan tua yang diikat dengan dua buah simpul. Keanehan perempuan tua itu akhirnya membuat Seth mundur dari hutan. Namun selain Seth, Kendra pun menemukan hal aneh. Dia memperhatikan bahwa para pelayan setiap pagi selalu membawa pinggan besar berisi kupu-kupu untuk santapan para kupu-kupu dan burung-burung kolibri di taman. Lalu karena penasaran Seth dan Kendra mencicipi susu tersebut. Kagetlah mereka ketika melihat apa yang mereka temukan.

Peri... peri sungguhan. Makhluk cantik bersayap yang terbang di atas mereka. Jadi selama ini kupu-kupu dan burung-burung kolibri itu adalah para peri.

Tentunya perbuatan mereka ini diketahui oleh Kakek Sorensen, sang kakek akhirnya mau tak mau memberitahu mereka bahwa tempat tinggalnya itu sebenarnya adalah Suaka Rahasia. Sebuah suaka yang dibangun khusus untuk menjaga para makhluk gaib. Tujuannya adalah agar semua makhluk-makhluk gaib itu tidak punah. Namun ternyata rahasia yang berada di Suaka Rahasia itu tak hanya berhenti sampai di situ. Sesosok makhluk jahat berencana bangkit dan membalas dendam pada semua orang yang telah mengurungnya serta menguasai negeri gaib tersebut. Di sinilah petualangan Kendra dan Seth yang sebenarnya dimulai.

Kira-kira begitulah isi buku ini.

Aku selalu menyebut diriku sebagai penggemar fantasi. Hampir semua buku-buku yang kubaca adalah fantasi. Ada yang sangat memukau, biasa saja, dan mengecewakan. Dan buatku buku ini termasuk biasa saja. Cukup lama waktu yang kubutuhkan untuk membacanya.
Sinopsis dan premis yang disuguhkan sangat menarik. Hanya saja, ternyata tak seperti yang kuharapkan. Plotnya lelet, beberapa kali aku meletakkan buku ini hanya untuk beralih ke buku lainnya. Keseruan baru dimulai ketika Kendra dan Seth menemukan bahwa kupu-kupu dan burung kolibri di taman adalah peri. Cerita mengenai suaka-suaka lain dan ada organisasi yang jahat ingin menghancurkan suaka sebenarnya bagus, tapi ternyata hanya sekilas diceritakan. Penyelesaian permasalahannya juga kurang seru dan terlalu singkat. Sayang sekali, padahal itu yang kutunggu-tunggu. Mungkin aku harus baca buku keduanya, siapa tahu banyak aksi yang lebih menggereget :D

Btw, untuk terjemahannya sendiri enak dan mengalir, tapi beberapa typo agak mengganggu saat membacanya.

Ah, apakah manusia begitu sombong sehingga menurut mereka membuat suaka untuk para makhluk gaib itu adalah hal yang benar untuk dilakukan? Entahlah…

Kamis, 01 Maret 2012

Pembunuhan di Teluk Pixy - Agatha Christie


Judul: Evil Under the Sun (a Hercule Poirot Mystery)
Judul Indonesia: Pembunuhan di Teluk Pixy
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Joyce K. Isa
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9789792232691
Terbit: 1985
Cetakan kelima: November 2007

Sinopsis:
Arlena Marshall yang bertubuh menggiurkan, berwajah cantik, dan berambut merah tebal tampak sangat mencolok di antara para penghuni Hotel Jolly Roger di Pulau Penyelundup.
Beberapa hari kemudian ia ditemukan tewas tercekik di salah satu pantai pulau itu.
Siapakah yang telah membunuh Arlena si perayu?
Apakah Suaminya yang angkuh dan pendiam, yang mengetahui istrinya telah berzinah?
Ataukah anak tirinya yang aneh, yang membuat boneka lilin berwajah Arlena dan menancapinya dengan peniti?
Ataukah si fanatik agama yang batinnya tersiksa karena kecantikan Arlena?
Atau si pemuda tampan yang mencintainya dengan begitu terang-terangan?
Atau, barangkali, salah satu wanita yang mempunyai—atau mengira mempunyai—alasan untuk menghendaki kematian Arlen?
Hercule Poirot, yang sedang berlibur di tempat terjadinya tragedy ini, bersedia mengorbankan liburannya untuk mencoba mengungkap kasus yang membingungkan ini.

Review:
Yang tercetus dari benakku ketika membaca ini adalah apakah memang profesi detektif itu memicu timbulnya tragedi? Aku jadi teringat pada Kogoro Mouri dari komik seri Detektif Conan, yang kehadirannya selalu berkebetulan dengan suatu kejadian.

Di buku Agatha Christie kali ini, Hercule Poirot kebetulan sedang berlibur di suatu pulau, yang letaknya agak ke tengah Teluk Leathercombe, di sebuah hotel yang bernama Hotel Jolly Roger.

Di hotel itu ada beberapa tamu yang juga sedang berlibur di sana. Ada Suami-Istri Gardener yang berasal dari Amerika. Ada seorang wanita yang berprofesi sebagai penjahit busana terkenal bernama Rosamund Darnley. Ada seorang perawan tua bernama Emily Brewster. Ada seorang pensiunan tentara bernama Mayor Barry. Ada seorang pendeta fanatik bernama Stephen Lane. Ada orang kaya yang mencolok bernama Horace Blatt. Juga ada Suami-Istri Redfern yang masih muda. Dan yang terakhir keluarga Marshal: Kenneth, istirnya Arlena dan Linda, putrinya.

Ada satu buah bibir di antara para tamu itu. Patrick Redfern, suami dari Christine Redfern dikabarkan mempunyai hubungan gelap dengan Arlena Marshall, wanita cantik yang mencuri perhatian banyak pria di sana. Walaupun Arlena sudah menikah dengan Kenneth, tapi sikapnya yang perayu itu tidak repot-repot ia tutupi. Oleh karena itu, semua tamu wanita di sana tidak menyukai Arlena, terlebih karena sikapnya yang agak tidak pantas itu. Semua orang memandangnya sebagai wanita jahat dan berbahaya, yang siap menjerat pria mana saja yang tertarik padanya dan mematahkan hati wanita mana saja yang dicampakkan pria yang terpikat padanya.


Rabu, 29 Februari 2012

Snowfall at Willow Lake



  
Sophie Bellamy memiliki karir gemilang di ICC. Dia berhasil memenangi kasus kejahatan perang di tanah Afrika. Dia berhasil menggulingkan para diktator bengis dunia. Dia telah menyelamatkan hidup orang banyak. Tetapi pencapaiannya membutuhkan harga yang sangat berat untuk dibayarkan.

Anak-anaknya.

Sejak anak pertamanya lahir, Sophie selalu mementingkan karir. Dia tinggal satu samudera jauhnya dari keluarganya. Dia bekerja lebih dari 16 jam sehari. Hingga pernikahannya sendiri pun tak dapat diselamatkan. Hingga dia semakin jauh dari anak-anaknya. Semua orang tak ada yang mendebatkannya. Bahkan orangtuanya. Karena mereka tahu bahwa Sophie bekerja untuk memperjuangkan hidup banyak orang. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi umat manusia.

Namun satu kejadian meluluhlantakkan segalanya. 



Senin, 27 Februari 2012

Tuhan, Ini Aku, Margaret


Judul Asli: Are You There, God? It's Me, Margaret
Judul Indonesia: Tuhan, Ini Aku, Margaret
Penulis: Judy Blume
Penerjemah: Santi W. E. Soekanto
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 979-511-255-4


Sinopsis:
Tidak ada yang dapat diajak bicara oleh Margaret. Tidak ada yang mau memahami masalah-masalah yang dihadapinya menjelang akil balik. Soal cowok, sekolah, orangtua....
Karena itu Margaret 'ngobrol' dengan Tuhan, berharap Dia mau mencarikan jawabannya.


Review:
Margaret Simon pindah rumah dari New York ke New Jersey. Kali ini dia tidak tinggal di apartemen lagi, melainkan punya rumah sendiri. Kepindahan Margaret sebenarnya juga menjadi alasan orangtuanya supaya dia jauh dari neneknya. Karena Neneknya selalu ikut campur dengan apa-apa yang mengenai kehidupan Margaret.

Margaret hidup dalam situasi keluarga yang agak rumit. Kerumitan ini muncul dari adanya perbedaan agama. Ibu Margaret, Barbara adalah putri dari orangtua penganut Katolik. Sedangkan ayahnya, Herb, adalah putra dari orangtua Yahudi. Pernikahan mereka juga tidak disetujui oleh orangtua dari pihak ibu Margaret, dan karena perbedaan itu pula, orangtua Margaret membesarkan Margaret dengan ketiadaan agama dalam kehidupannya. Oleh karena itu Margaret tidak menyukai hari raya keagamaan.

Yang menarik dari cerita ini adalah bagaimana persoalan yang begitu rumit dalam keluarga perihal agama ini dituturkan dari anak gadis berusia dua belas tahun yang baru memasuki masa akil balik.

Kepindahan Margaret ke New Jersey diawali dengan perkenalannya dengan gadis sebayanya bernama Nancy. Dan beberapa teman lainnya yang Margaret kenal ketika di sekolah barunya. Nancy, Janie, Gretchen, dan Margaret membuat geng yang diberi nama Empat PRC (pra Remaja Ceria) ;D
Kegiatan geng ini meliputi jadwal ngumpul bareng, menuliskan nama cowok-cowok yang menurut mereka tampan di sebuah buku, serta pengalaman pertama mereka ketika nanti mendapat menstruasi.

Membaca bagaimana anak-anak pra remaja ini tak sabar menghadapi masa akil balik mereka, aku malah teringat dengan film My Girl. Berbeda dengan Margaret dan teman-temannya yang melakukan berbagai upaya supaya mereka bisa tumbuh, Vada Sultenfuss malah enggan dan panik menghadapi masa akil balig.

Kerumitan Margaret dalam ketiadaan agama ini berujung pada tugas yang diberikan wali kelasnya, Pak Benedict. Pak Guru itu meminta murid-muridnya untuk sebuah proyek yang bermakna. Namun ide ini membuat Margaret mencetuskan untuk mencari Tuhan sambil membuat proyek ini. Maka dengan begitu dia mulai mencari Tuhan, dengan mengunjungi Sinagoge (tempat ibadah umat Yahudi) dan Gereja.

Yang unik dari tokoh Margaret adalah, walau dia sebenarnya belum tahu yang mana agama yang akan dia anut, tetapi sebenarnya dia memiliki Tuhan di dalam hatinya. Itulah alasan mengapa buku ini berjudul Tuhan, Ini Aku, Margaret. Karena di setiap bab disisipkan doa-doa Margaret pada Tuhan. Entah itu keluh-kesahnya, entah itu rasa bersyukurnya.

Karena memang Tuhan itu ada.
Apakah Kau masih di situ, Tuhan? Ini aku, Margaret. Aku tahu, Kau masih di situ, Tuhan. Aku tahu bahwa Kau tahu! Terima kasih, Tuhan. Terima kasih banyak....

Sungguh buku yang bagus sekali untuk dibaca. Walau tema yang diangkat memang agak berat, tapi cara berceritanya lucu dan lugas, sehingga dibaca anak-anak remaja pun tak masalah.
Dan buku ini termasuk lama ya.... cetakan yang aku baca punya Gramedia ini diterbitkan tahun 1991. Wow....
Lihat covernya:

 

Jadul banget yaaaa :D


Name In A Book Challenge 2012: 1

Kamis, 26 Januari 2012

Summer at Willow Lake

Judul Asli: Summer at Willow Lake
Judul Indonesia: Musim Panas di Danau Willow
Penulis: Susan Wiggs
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbi: Januari 2012
Hal: 568
ISBN: 978-979-22-7900-9
Penerjemah: Gita Marliza
Cover: Marcel A.W.

Sinopsis:

Alih-alih melewatkan musim panas di Manhattan, Olivia Bellamy justru akan menjalaninya di resor perkemahan lama milik keluarganya. Di sanalah ia akan merenovasi deretan bungalo dan kebun yang akan digunakan kakek-neneknya merayakan ulang tahun emas pernikahan mereka.

Merupakan resor mewah pada masa jayanya, Camp Kioga kini terbengkalai. Olivia pun terpaksa mempekerjakan Connor Davis - lelaki idamannya saat mereka menjadi peserta perkemahan musim panas di Camp Kioga. Namun, seiring hari-hari musim panas yang menghangat, air sejuk Danau Willow bahkan tak mampu meredam cinta lama yang bersemi kembali dan keterkejutan Olivia saat rahasia keluarganya terkuak.

Nostalgia dari musim panas masa lalu memang mengembuskan harapan baru ke perkemahan dengan tempat dan orang-orang yang istimewa... Dan keinginan Olivia hanya satu: Harapan itu tidak menguap saat musim panas berakhir.

Review:

Summer at Willow Lake atau yang mengambil judul terjemahan Musim Panas di Danau Willow menceritakan tentang percintaan Olivia Bellamy dan Connor Davis.
Mereka adalah teman semasa kanak-kanak yang bertemu tiap musim panas di sebuah perkemahan milik kakek-nenek Olivia, di Avalon, Camp Kioga.

Sebenarnya sinopsisnya sendiri sudah mencerminkan isi buku.

Hanya saja yang membuatku tertarik dengan buku ini adalah konflik-konflik yang disuguhkan pengarang begitu kekeluargaan. Aku sempat terkecoh dengan label yang dipajang di bukunya "harlequin" yang notabene biasanya berisi kisah sepasang manusia yang dimabuk cinta, sampai-sampai aku yang bacanya jadi pengen gosok gigi.

Tapi ternyata pas baca.... jeng jeng jeng...
ceritanya bagus.