Jumat, 30 Maret 2012

(BBI: Perempuan) Pencarian Panjang Cinta Yang Hilang

Judul: Sky Burial – Pemakaman Langit
Penulis: Xinran
Penerbit: Serambi
ISBN: 978-979-1275-02-6
Cetakan I: Agustus 2007
Penerjemah: Ken Nadya Irawardhani Kartakusuma 

Sudah lama sepertinya aku tak menemukan buku yang mampu membuatku tak mampu berhenti membacanya, membuatku tak mampu untuk tak tenggelam dalam kalimat-kalimatnya, membuatku tak mampu untuk tak begadang demi melahapnya kata demi kata.

Pertemuanku dengan buku ini berawal dari kunjunganku ke rumah seorang teman. Bermulanya, ketika aku mengungkapkan rencanaku untuk membuat baca bareng di Goodreads Indonesia dengan tema buku perempuan dan akhirnya juga  menjadi tema baca bareng bulan Maret di Blog Buku Indonesia . Temanku itu dengan semangat memperlihatkan padaku sebuah buku kecil dengan sampul bergambar gunung-gunung batu, ada sesosok perempuan berdiri di sana mengenakan pakaian adat Tibet. Sampul itu saja sudah membuatku tertarik. Namun yang paling membuatku makin semangat adalah judulnya: Sky Burial – Pemakaman Langit.

Yang aku ketahui tentang pemakaman langit adalah suatu tradisi bangsa Tibet yang menyayat-nyayat jasad untuk ditaruh di puncak gunung agar dimakan oleh burung pemakan bangkai, lantaran letak Tibet yang tidak memungkinkan rakyatnya memiliki pemakaman tanah, maka pemakaman langit ini dianggap lebih mudah dilakukan.

Buku ini diawali oleh penuturan sang penulis Xinran, bahwa ketika berusia lima tahun, ia mendengar sepintas obrolan mengenai orang-orang Tibet yang memotong tubuh seorang prajurit Cina hanya karena prajurit itu menembak seekor burung pemakan bangkai. Penggalan obrolan itu terpatri dalam benaknya dan berusaha memahaminya sampai akhirnya malah terlupakan. Namun pada tahun 1994, ketika Xinran bekerja sebagai wartawan di Nanjing dan sedang memandu siaran radio, salah satu pendengarnya menelepon dari Suzhou untuk memberitahu bahwa ia baru saja bertemu wanita aneh di jalan yang baru saja pulang dari Tibet. Tergelitik rasa penasaran Xinran akhirnya menempuh perjalanan ke Suzhou guna mencari wanita yang dimaksud.

Buku Harian Lottie

Judul: Buku Harian Lottie
Judul Asli: The Lottie Project
Penulis: Jacqueline Wilson
Ilustrator: Nick Sharratt
Penerjemah: Novia Stephanie
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Januari 2006

Ceritanya tentang gadis kecil bernama Charlotte, tapi dia lebih suka dipanggil Charlie. Karena menurut dia Charlotte itu nama yang megakuno dan ultramembosankan. Dia tinggal berdua bersama ibunya. Ibunya bekerja di toko elektronik. Namun suatu hari ibunya dipecat, segalanya berubah... sang ibu mesti cari pekerjaan baru demi memenuhi kebutuhan mereka dan melunasi cicilan apartemen. Walau akhirnya bekerja di tiga tempat sekaligus.

Masalah datang tak hanya di situ. Charlie punya guru kelas baru. Namanya Miss Beckworth. Guru baru ini sangat tegas. Untuk duduk saja dia sudah mengaturnya sesuai abjad nama belakang anak-anak. Alhasil, Charlie tak bisa duduk dengan teman-teman segengnya. Ultraparahnya, Charlie harus duduk dengan orang yang paling tidak dia suka, Jamie Edwards! Anak cowok yang megasombong dan tukang cari muka ke guru-guru. Belum cukup menyiksa, Miss Beckworth menugaskan murid-muridnya untuk membuat sebuah proyek, yaitu tentang zaman Victoria.

Tapi bukan Charlie namanya kalau tak cerdik. Alih-alih membuat proyek tentang zaman Victoria, dia justru membuat sebuah buku harian tentang pengasuh muda seumurannya bernama Charlotte, tapi dengan nama panggilan Lottie. :D

Senin, 26 Maret 2012

(BBI: Buku Anak) Menguak Rahasia Suaka


Judul: Fablehaven #1 : Secret Sanctuary
Judul Asli: Suaka Rahasia
Penulis: Brandon Mull
Penerbit: Mizan Fantasi
Penerjemah: Reni Indardini
Penyunting: Suhindrati a. Shinta
Penyelaras Aksara: Alfiyan
ISBN: 978-979-433-591-8



Buku ini hadiah dari Secret Santa BBI :D
Terima kasih Kak Ine :-*

Kendra dan Seth dititipkan ke nenek-kakek Sorensen, lantaran orangtuanya harus berlibur ke Skandinavia. Liburan wajib ini sudah diatur oleh kakek-nenek Larsen sebelum mereka meninggal. Hanya saja dalam aturan itu kakek-nenek Larsen hanya mewajibkan liburan ini untuk anak-anak mereka dan pasangannya.

Lalu ketika Kendra dan Seth dititipkan di kediaman kakek-nenek Sorensen, mereka hanya bertemu dengan si kakek, katanya nenek mereka sedang mengunjungi kerabat yang sakit. Jadinya mereka tak bisa bertemu dengan sang nenek sampai entah kapan waktunya. Kakek Sorensen menempatkan Seth dan Kendra di loteng yang penuh dengan barang-barang menyenangkan agar membuat mereka betah di sana. Hanya saja, Kakek Sorensen menegaskan banyak sekali peraturan: mereka tidak boleh merusak mainan, tidak boleh memasuki lumbung, tidak boleh masuk hutan. Alasannya sih karena di hutan lagi kena wabah penyakit Lyme yang disebabkan oleh kutu.

Maka, petualangan Seth dan Kendra di loteng pun dimulai.
Banyak sekali mainan di sana. Hanya saja, rasa bosan akhirnya mengalahkan keasyikan bermain di sana. Seth si bandel dan berjiwa petualang, akhirnya malah nekat untuk menjelajahi hutan. Di hutan ini, Seth menemukan sebuah gubuk yang tersaput sulur-sulur ivy. Dan di sana ada seorang perempuan tua yang diikat dengan dua buah simpul. Keanehan perempuan tua itu akhirnya membuat Seth mundur dari hutan. Namun selain Seth, Kendra pun menemukan hal aneh. Dia memperhatikan bahwa para pelayan setiap pagi selalu membawa pinggan besar berisi kupu-kupu untuk santapan para kupu-kupu dan burung-burung kolibri di taman. Lalu karena penasaran Seth dan Kendra mencicipi susu tersebut. Kagetlah mereka ketika melihat apa yang mereka temukan.

Peri... peri sungguhan. Makhluk cantik bersayap yang terbang di atas mereka. Jadi selama ini kupu-kupu dan burung-burung kolibri itu adalah para peri.

Tentunya perbuatan mereka ini diketahui oleh Kakek Sorensen, sang kakek akhirnya mau tak mau memberitahu mereka bahwa tempat tinggalnya itu sebenarnya adalah Suaka Rahasia. Sebuah suaka yang dibangun khusus untuk menjaga para makhluk gaib. Tujuannya adalah agar semua makhluk-makhluk gaib itu tidak punah. Namun ternyata rahasia yang berada di Suaka Rahasia itu tak hanya berhenti sampai di situ. Sesosok makhluk jahat berencana bangkit dan membalas dendam pada semua orang yang telah mengurungnya serta menguasai negeri gaib tersebut. Di sinilah petualangan Kendra dan Seth yang sebenarnya dimulai.

Kira-kira begitulah isi buku ini.

Aku selalu menyebut diriku sebagai penggemar fantasi. Hampir semua buku-buku yang kubaca adalah fantasi. Ada yang sangat memukau, biasa saja, dan mengecewakan. Dan buatku buku ini termasuk biasa saja. Cukup lama waktu yang kubutuhkan untuk membacanya.
Sinopsis dan premis yang disuguhkan sangat menarik. Hanya saja, ternyata tak seperti yang kuharapkan. Plotnya lelet, beberapa kali aku meletakkan buku ini hanya untuk beralih ke buku lainnya. Keseruan baru dimulai ketika Kendra dan Seth menemukan bahwa kupu-kupu dan burung kolibri di taman adalah peri. Cerita mengenai suaka-suaka lain dan ada organisasi yang jahat ingin menghancurkan suaka sebenarnya bagus, tapi ternyata hanya sekilas diceritakan. Penyelesaian permasalahannya juga kurang seru dan terlalu singkat. Sayang sekali, padahal itu yang kutunggu-tunggu. Mungkin aku harus baca buku keduanya, siapa tahu banyak aksi yang lebih menggereget :D

Btw, untuk terjemahannya sendiri enak dan mengalir, tapi beberapa typo agak mengganggu saat membacanya.

Ah, apakah manusia begitu sombong sehingga menurut mereka membuat suaka untuk para makhluk gaib itu adalah hal yang benar untuk dilakukan? Entahlah…

Kamis, 01 Maret 2012

Pembunuhan di Teluk Pixy - Agatha Christie


Judul: Evil Under the Sun (a Hercule Poirot Mystery)
Judul Indonesia: Pembunuhan di Teluk Pixy
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Joyce K. Isa
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9789792232691
Terbit: 1985
Cetakan kelima: November 2007

Sinopsis:
Arlena Marshall yang bertubuh menggiurkan, berwajah cantik, dan berambut merah tebal tampak sangat mencolok di antara para penghuni Hotel Jolly Roger di Pulau Penyelundup.
Beberapa hari kemudian ia ditemukan tewas tercekik di salah satu pantai pulau itu.
Siapakah yang telah membunuh Arlena si perayu?
Apakah Suaminya yang angkuh dan pendiam, yang mengetahui istrinya telah berzinah?
Ataukah anak tirinya yang aneh, yang membuat boneka lilin berwajah Arlena dan menancapinya dengan peniti?
Ataukah si fanatik agama yang batinnya tersiksa karena kecantikan Arlena?
Atau si pemuda tampan yang mencintainya dengan begitu terang-terangan?
Atau, barangkali, salah satu wanita yang mempunyai—atau mengira mempunyai—alasan untuk menghendaki kematian Arlen?
Hercule Poirot, yang sedang berlibur di tempat terjadinya tragedy ini, bersedia mengorbankan liburannya untuk mencoba mengungkap kasus yang membingungkan ini.

Review:
Yang tercetus dari benakku ketika membaca ini adalah apakah memang profesi detektif itu memicu timbulnya tragedi? Aku jadi teringat pada Kogoro Mouri dari komik seri Detektif Conan, yang kehadirannya selalu berkebetulan dengan suatu kejadian.

Di buku Agatha Christie kali ini, Hercule Poirot kebetulan sedang berlibur di suatu pulau, yang letaknya agak ke tengah Teluk Leathercombe, di sebuah hotel yang bernama Hotel Jolly Roger.

Di hotel itu ada beberapa tamu yang juga sedang berlibur di sana. Ada Suami-Istri Gardener yang berasal dari Amerika. Ada seorang wanita yang berprofesi sebagai penjahit busana terkenal bernama Rosamund Darnley. Ada seorang perawan tua bernama Emily Brewster. Ada seorang pensiunan tentara bernama Mayor Barry. Ada seorang pendeta fanatik bernama Stephen Lane. Ada orang kaya yang mencolok bernama Horace Blatt. Juga ada Suami-Istri Redfern yang masih muda. Dan yang terakhir keluarga Marshal: Kenneth, istirnya Arlena dan Linda, putrinya.

Ada satu buah bibir di antara para tamu itu. Patrick Redfern, suami dari Christine Redfern dikabarkan mempunyai hubungan gelap dengan Arlena Marshall, wanita cantik yang mencuri perhatian banyak pria di sana. Walaupun Arlena sudah menikah dengan Kenneth, tapi sikapnya yang perayu itu tidak repot-repot ia tutupi. Oleh karena itu, semua tamu wanita di sana tidak menyukai Arlena, terlebih karena sikapnya yang agak tidak pantas itu. Semua orang memandangnya sebagai wanita jahat dan berbahaya, yang siap menjerat pria mana saja yang tertarik padanya dan mematahkan hati wanita mana saja yang dicampakkan pria yang terpikat padanya.