Sabtu, 07 Desember 2013

Pangeran Palsu



Empat anak laki-laki diculik. Empat anak yang penampilannya amat sangat mirip. 

Sage, salah satu di antara mereka, membongkar fakta di balik penculikan itu—bahwa ada yang akan dipilih untuk berperan menjadi pangeran yang hilang—ia tahu bahaya sekarang menghadang.

Sage sadar hanya ada satu cara upaya ia bisa bertahan dalam permainan penuh kebohongan dan kelicikan ini. 

Ia harus menjadi sang pangeran… atau ia akan dibunuh.





Ada suatu tempat bernama Carthya, letaknya berada di tengah-tengah tiga kerajaan lain; Gelyn, Avenia, dan Mendenwal. Carthya dipimpin oleh Raja Eckbert, dengan istrinya yang bernama Ratu Erin. Mereka mempunyai dua orang putra. Darius, sang Putra Mahkota, dan Jaron, sang pangeran.

Raja Eckbert dikenal sebagai penguasa yang polos dan lembek, yang lebih memilih kedamaian ketimbang perang, yang memilih bungkam daripada memicu konflik. Walau demikian, pemberontakan-pemberontakan tetap terjadi, salah satunya mereka yang tamak akan kekuasaan dalam dewan negara. Pemberontakan tersebut berimbas dengan kematian Raja, Ratu, dan Putra Mahkota. Sedangkan Pangeran Jaron telah meninggal empat tahun lalu, dibunuh bajak laut yang menyerang kapal yang membawanya ke negeri lain. Namun dalam kejadian ini jasad Pangeran Jaron tidak ditemukan.