Senin, 07 April 2014

Anna and the French Kiss




Judul: Anna and the French Kiss
Pengarang: Stephanie Perkins
Bahasa Inggris
Young Adult

Ini kedua kalinya saya membaca buku Stephanie Perkins, sebelumnya saya melongkap dengan membaca Lola and the Boy Next Door terlebih dahulu. Tidak ada alasan tertentu, hanya saya lebih suka dengan premis cerita Lola.

Anna Oliphant senang dengan kehidupannya di Atlanta. Dia punya Bridgette, sahabat setianya. Dia juga punya Toph, cowok yang ditaksirnya. Dan yang terpenting dia punya pekerjaan di bioskop, kenapa penting? Sebab Anna bercita-cita ingin menjadi kritikus film andal. Sayangnya, semua itu menjadi kacau balau ketika ayahnya mendaftarkannya ke sekolah asrama yang bernama School of America, di Paris. Ini bikin Anna kelimpungan, soalnya dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang Prancis. Bahkan dia sama sekali tidak bisa bahasa Prancis, kecuali oui, yang dia pikir ejaannya adalah wee.





Untunglah di hari pertamanya di asrama, Anna berkenalan dengan Meredith yang baik hati. Yang kemudian memperkenalkannya pada teman-temannya yang lain di SOAP; Rashmi, Josh, dan Étienne St. Clair, yang ganteng, baik, humoris, dan beraksen Inggris.

Seiring berjalannya waktu, Anna sadar bahwa perasaannya pada Étienne (saya lebih suka menyebutnya Étienne ketimbang St. Clair) bukan perasaan suka sesama teman biasa. Segala karisma dan sikap Étienne selalu membuatnya gugup tak keruan. Sayangnya Étienne sudah ada yang punya. Terlebih lagi, ternyata Meredith naksir Étienne. Resmi sudah, Anna terpaksa menyimpan perasaannya sendiri.

Tapi semakin Anna meyakinkan diri sendiri bahwa dia hanya menganggap Étienne sebagai teman, semakin Anna tak bisa melupakan cowok itu. Ditambah sikap Étienne yang sering menggodanya, sering memberinya hadiah-hadiah aneh, dan peduli padanya. Di saat Anna terpuruk, Étienne selalu ada, terlebih ketika Anna bersiteru dengan Bridgette. Dan sebaliknya, Anna juga selalu ada untuk Étienne, menyemangatinya ketika cowok itu punya masalah keluarga.

Bagi saya, Anna and the French Kiss kisah yang sangat manis. Bukan hanya bercerita tentang persahabatan antara Anna, Meredith, Josh, Rashmi, Étienne/St. Clair, tapi juga cerita tentang kisah Anna mencari rumah. Perjuangannya hidup di Prancis dan pembiasaan diri menghadapi sekolah, budaya, dan bahasanya adalah proses dia menemukan rumah di tengah-tengah keterasingan. Tempat yang sebelumnya dia enggan datangi sendirian, ternyata memiliki pesonanya sendiri.

Konflik yang diangkat tentu tidak jauh dari cinta ala remaja. Dari awal taksir-taksiran, sampai  terbiasa dengan kehadiran satu sama lain, dan akhirnya benih-benih cinta pun muncul. Namun di sini, saya sempat terpikir, apakah memang persahabatan antara cowok dan cewek tak bisa menjadi murni sahabat? Karena selama ini, saya belum pernah naksir sahabat sendiri. Bagi saya, ada batas-batas tertentu ketika saya menganggap seseorang hanya sebagai sahabat, maka batas-batas itu tak bisa saya langkahi. Tapi namanya juga perasaan, tak bisa dikendalikan.

Konflik selanjutnya yang diangkat penulis adalah percekcokan antar teman. Ini sebenarnya masih nyambung dengan cinta. Meredith naksir Étienne, sedangkan Anna juga diam-diam suka. Di sinilah masa-masa saya gedeg pada Anna. Bukan berarti saya tidak sepakat dengan perasaannya pada Étienne, tapi kok bisa-bisanya dia menjahati Mer, sahabatnya, cewek yang baik dan asyik, dan sayang padanya. Ya lagi-lagi balik ke pernyataan bahwa perasaan tak bisa dikendalikan. Dan kalau ini saya pernah mengalami hal serupa. Tapi yaaa…. ketiup angin*

Tokoh favorit saya adalah Meredith dan Rashmi.

Tentang pengarang:
Stephanie Perkins selalu berhubungan dengan buku. Berawal sebagai penjual buku, lalu sebagai pustakawan, dan kini dia menjadi penulis novel. Seperti tokoh-tokoh dalam novelnya, Stephanie juga gemar mengecat rambutnya dengan warna-warna unik.

Anna and the French Kiss ini ada tiga seri, yang masing-masing menceritakan tokoh yang berbeda. Seri kedua berjudul Lola and the Boy Next Door dan seri ketiga berjudul Isla and Happily Ever After yang rencananya akan terbit tahun ini.



 

3 komentar :

  1. yeay, nunggu terjemahannya aja, btw akhirnya siapa yg akan nerbitin? Kalo nggak salah dulu ufuk tapi setelah pecah nggak ada kabar lagi :)

    BalasHapus
  2. akhirnya yang nerbitin Mahda. nanti aku colek di FB ya. :D

    BalasHapus
  3. Lola and the boy next door udah ada terjemahannya belum? Soalnya rencananya saya mau beli versi aslinya tapi kalau sudah ada versi indonesianya, saya beli yg itu saja. Hahahah :)

    BalasHapus