Sabtu, 02 Januari 2016

The Young Elites - Marie Lu

The Young Elites
Penulis: Marie Lu
Penerjemah: Prisca Primasari
Editor: Dyah Agustine
Penerbit: Mizan Fantasi
Harga: 75.000

Semua orang ketakutan. Malfetto adalah jelmaan iblis.




Tagline yang sungguh menggentarkan dan cukup untuk membuat saya menarik buku ini dari salah satu tumpukan di toko buku.

Tokoh utama di sini bernama Adelina Amouteru, nama yang sangat indah menurut saya.
Dia adalah seorang malfetto.

Apa sih malfetto ini? Awalnya saya pikir ini semacam nama makhluk, tapi ternyata bukan.
Suatu masa di negeri Kenettra, wabah berdarah melanda. Palang-palang pintu rumah ditutup untuk mencegahnya masuk, tapi semua sia-sia. Banyak rakyat yang terjangkit, gejalanya berupa munculnya bintik-bintik aneh, warna rambut serta bulu mata berubah-ubah, dan air mata menjadi semerah darah.

Hampir semua rakyat Kenettra terjangkit. Orang dewasa sampai anak-anak. Semua orang dewasa yang kena meninggal, namun anak-anak selamat, dan mereka yang selamat mendapatkan efek samping ganjil; warna rambut mereka berubah dalam semalam, muncul bekas luka padahal tidak ada yang melukai mereka, dan lain-lain.

Itulah yang terjadi pada Adelina Amouteru. Saat usianya empat tahun, dia, ibunya, serta adiknya yang saat itu berusia dua tahun terserang wabah berdarah. Ibunya meninggal, adiknya Violetta sembuh total tanpa efek samping, sedangkan Adelina kehilangan mata kirinya. Tapi lebih dari itu, rambut dan bulu mata Adelina berubah menjadi perak. Orang-orang menganggap itu sebagai kecacatan. Malfetto. Dipercaya sebagai jelmaan iblis. Pembawa sial. Namun sebenarnya, terlepas dari itu semua, sebagian besar malfetto memiliki kekuatan supernatural yang dapat digunakan untuk membunuh.