Rabu, 10 Mei 2017

The Way I Used to Be - Amber Smith




 Penulis: Amber Smith 
Edisi: Ebook Kindle
384 Halaman
Genre: Young Adult, Realistic Fiction


Ini kesekian kalinya saya membaca buku yang mengambil tema perisakan dan pelecehan. Sebelumnya saya membaca Speak karya Laurie Halse Anderson, yang sudah diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Kristen Stewart, serta ada juga yang baru-baru menjadi bahan pembicaraan, 13 Reasons Why, yang diangkat menjadi TV series.

The Way I Used to Be karya Amber Smith berkisah tentang gadis kecil bernama Eden yang suatu malam diperkosa oleh sahabat kakaknya sendiri, Kevin. Usianya baru 14 tahun sewaktu itu. Ketika memerkosanya, Kevin mencekik dan mengancam akan membunuh Eden. Eden yang takut dengan ancaman Kevin pun tak berani berteriak. Padahal kejadian itu bertempat di kamar Eden sendiri, di sebelah kamar kakaknya.


Eden merupakan gadis remaja yang dorky, kutu buku, pemain klarinet di marching band, dan pendiam. Dia punya sahabat bernama Mara yang berasal dari keluarga broken home, dan memiliki masalah-masalah sendiri. Oleh karena itu Eden tak sanggup cerita kepada Mara. Eden juga tidak berani bercerita kepada orangtuanya, karena dia takut tidak ada yang percaya. Terlebih-lebih dia sempat merasa down sekali, ketika sehari setelah kejadian itu ibu Eden masuk kamarnya, dan hanya menganggap kekacauan di sana sebagai hal yang wajar, ibu Eden menyangka darah yang berlepotan di tempat tidur anaknya adalah haid yang mendadak datang.

Setelah kejadian tersebut Eden merenung kenapa Kevin yang sudah dianggapnya sebagai kakak sendiri tega melakukannya. Akhirnya Eden memutuskan bahwa salah satu penyebab dia ditindas seperti itu adalah karena penampilannya. Sehingga akhirnya Eden mengubah penampilan menjadi lebih 'kuat'. Sayangnya, dengan munculnya Eden yang baru ini, muncul pula gosip yang tidak-tidak mengenai Eden. Tapi karena Eden sudah bertekad ingin menjadi diri yang baru, dia pun tidak memedulikan gosip, dan malah menjerumuskan diri menjadi sosok dirinya seperti yang digosipkan itu.

Meski ada hal yang negatif menerpanya, ada juga hal yang positif. Seorang senior bernama Josh naksir padanya. Joshua Miller ini adalah atlet baseball terkenal di sekolah. Dia berasal dari keluarga yang kacau tapi berusaha terus-menerus mempertahankan keharmonisan. Dalam diri Josh, Eden menemukan cinta yang sebenarnya. Saya sangat menyukai hubungan Josh dan Eden, begitu manis. Josh menyukai Eden yang misterius, sedangkan Eden menyukai Josh yang terbuka. Sayangnya hal itu tidak cukup bagi Eden... dia tetap terpuruk karena traumanya, sehingga dia lebih terjerumus ke dalam hal-hal negatif.
  
The Way I Used to Be ini diceritakan dalam empat bagian. Tahun Freshman, Sophomore, Junior, dan Senior.
Selama empat tahun itu, kita diajak menyelami depresi yang dialami Eden. Bagaimana dia marah, sedih, kecewa, malu, dan yang paling parah adalah benci terhadap diri sendiri. Buku ini juga memperlihatkan dengan detail bagaimana kemunduran seseorang dari dirinya yang sebenarnya. Bagaimana perkosaan tidak hanya memengaruhinya secara mental, tapi juga fisik.


Whatever he thinks that I am, I'm not. And whatever he thinks my body is, it isn't. My body is a torture chamber. It's a fucking crime scene.
 

Saya sangat merasakan bagaimana emosi Eden bercampur aduk antara marah, sedih, kecewa, malu. Ada kalanya saya ingin berteriak bersama Eden ke keluarganya bahwa dia tidak baik-baik saja, bahwa mengundang Kevin ke rumah adalah kesalahan terbesar yang pernah mereka perbuat. Saya bisa dibilang benci sekaligus kasihan terhadap orangtua Eden. Bagaimana mereka bisa memperlakukan kedua anak mereka dengan tidak adil... Mereka selalu menomorduakan Eden dari putra mereka, Caelin. Mereka juga tidak bisa mendekati Eden yang introvert, dan menganggap semua anak akan bicara jika memang ada masalah. Sebagai anak introvert dan diperlakukan nomor sekian di rumah, saya sangat mengerti perasaan Eden.... Terkadang bicara memang susah.
 
Mengenai masalah seperti Kevin. Menurut saya, ada baiknya memang orangtua atau kakak/adik laki-laki tidak sering-sering membawa teman laki-lakinya ke rumah seandainya di rumah ada anak gadis, karena hal-hal yang tidak terduga bisa saja terjadi. Terkadang kita merasa mengenal seseorang, yang sebenarnya belum tentu juga benar anggapan kita mengenai orang itu.


Dan mengenai pelecehan di sini. Sebagai perempuan, saya sering menemukan hal-hal seperti ini. Jangankan yang tersembunyi, banyak pelecehan yang dilakukan di kendaraan atau tempat umum. Saya pun pernah menjadi korbannya, baik fisik maupun verbal. Jilbab panjang dan wajah standar pun tak mempan, banyak orang 'sakit' di luar sana yang memang perlu ditendang ke neraka jahanam. Korban pelecehan seperti ini pun tidak memandang gender. Kasus terhadap laki-laki juga kerap terjadi. Saya jadi ingat pada American Crime season 2. Tentang murid laki-laki yang dilecehkan temannya sendiri. Mungkin lain kali saya akan membuat review-nya. 

3.8 bintang untuk The Way I Used to Be.






Tidak ada komentar :

Posting Komentar