Sabtu, 18 Juni 2011

Prophecy of the Sisters

Judul: Prophecy of the Sisters #1
Penulis: Michelle Zink
Penerbit: Matahati
Penerjemah: Ida Wajdi
Penyunting: Aisyah
Korektor: Tisa Anggriani
Cetakan I: Maret 2011
Tebal: 360 halaman
Tata Letak: MAB
ISBN: 9786028590266
Harga jual: Rp 68.500,-


Ada sebuah kisah versi lain tentang malaikat jatuh. Kisah ini bertutur mengenai Malaikat yang ditipu oleh Maari (salah satu dari Dua Saudari) untuk melanggar larangan. Malaikat ini adalah Samael.

Seperti yang kita sudah sering dengar, Samael merupakan Malaikat Kematian. Dia sering disebut-sebut sebagai Malaikat juga Iblis. Konon katanya dia dilayani oleh lebih dari satu juta malaikat.

Maari merayu Samael, malaikat yang paling dipercaya Tuhan. Dan Samael berjanji pada Maari, jika Maari bisa melahirkan seorang malaikat, maka ia akan menerima semua pengetahuan yang terlarang baginya. Para malaikat yang terlahir itu menikahi wanita manusia dan kemudian diusir dan dipaksa mengembara ke delapan Dunia Lain untuk selamanya hingga tiba waktunya Kiamat. Begitu juga Samael yang menjadi Iblis atau Roh yang Tersesat.

Namun ada satu cara bagi mereka para roh tersesat itu untuk kembali ke dunia fisik. Yaitu dengan melibatkan Dua Saudari.

Dari sinilah lahir sebuah ramalan kuno, yang dipercaya sebagai legenda, mitos, dari bangsa Keltik. Ramalan yang melibatkan Dua Saudari—kembar. Konon ramalan ini dipercaya sebagai kunci untuk membantu para Malaikat terbuang kembali ke dunia nyata.

Melalui api dan harmoni umat manusia bertahan
Hingga dikirimnya para Garda
Yang mengambil istri dan kekasih dari seorang pria,
Menimbulkan kemurkaan-Nya.
Dua Saudari, terbentuk dari samudra bergelombang yang sama,
Yang satu sang Garda, yang lain sang Gerbang.
Yang satu penjaga kedamaian,
Yang lain bertukar sihir untuk pemujaan.
Dilempar dari surga, para Roh itu Tersesat
Tatkala para Saudari melanjutkan pertempuran
Hingga sang Gerbang memanggil mereka kembali,
Atau sang Malaikat membawa Kunci-Kunci menuju Neraka.
Tentara, berbaris melalui Gerbang.
Samael, sang Iblis, melalui sang Malaikat.
Sang Malaikat, hanya dijaga oleh perlindungan selubung halus
Empat Tanda, Empat Kunci, Lingkaran Api
Terlahir dalam napas pertama Samhain
Dalam bayangan Ular Batu Mistis dari Aubur.
Biarkan Gerbang Malaikat mengayun tanpa Kunci
Diikuti Tujuh Tulah dan Tak Kembali
Kematian
Kelaparan
Darah
Api
Kegelapan
Kekeringan
Kehancuran
Rantangkan lenganmu, Nona Kekacauan
malapetaka sang Iblis akan mengalir
seperti sungai
Karena semuanya musnah saat Tujuh Tulah dimulai.


Amalia Milthrope dan saudari kembarnya, Alice, dihadapkan dengan takdir bahwa mereka merupakan Saudari terpilih untuk memainkan peran dari ramalan tersebut.

Misteri berawal dari meninggalnya sang ayah secara misterius di Kamar Gelap—kamar tempat ibu mereka sering menyendiri ketika masih hidup. Pada hari sepeninggal ayahnya itu, Lia menemukan tanda aneh di pergelangan tangannya. Tanda melingkar, berbentuk ular yang memakan ekornya sendiri. Jorgumand.














Walau sudah berulang kali mempelajari isi ramalan tersebut, Lia masih belum tahu yang mana merupakan perannya. Tetapi dia yakin dialah sang Garda. Pelindung dunia nyata. Penghalang Samael memasuki dunia fisik.

Bersama dengan dua sahabat barunya, Sonia Sorrensen dan Luisa Torelli, Lia mencari tahu tentang arti ramalan tersebut.
Pertama dia harus mencari apa perannya dalam ramalan tersebut, dan apa arti tanda yang tiba-tiba muncul di pergelangan tangannya itu.
Menurut sang Bibi, selalu si kembar yang lebih dulu lahirlah yang merupakan sang Gerbang, dan saudarinyalah yang merupakan sang Garda.

Namun karena kesalahan saat persalinan, maka Lia-lah yang lahir terlebih dahulu dan menerima peran sebagai sang Gerbang.
Hanya saja tidak semudah itu. Walau Lia berkeras memilih jalan untuk tetap menjaga Gerbang, tidak demikian dengan Alice. Dia tidak menerima perannya sebagai Garda karena hasratnya adalah sebagai Gerbang, dan berniat membawa Samael untuk melintas ke Dunia Nyata. Sayangnya Alice tidak punya keuntungan dalam memainkan peran memanggil Samael. Hanya Malaikat Kekacauan yang mampu memanggil Samael, dan orang itu adalah Lia. Peran Lia dalam ramalan tersebut bukan hanya sebagai sang Gerbang, tetapi juga sebagai sang Malaikat pembawa Kunci. Hanya dialah yang mampu memanggil Samael. Oleh karena itulah, selain Lia diharuskan menerka teka-teki yang berada di ramalan satu per satu, dia juga mencari empat kunci yang tertera di ramalan guna mengunci sang Iblis dan tentaranya untuk selama-lamanya.


Suka sekali buku ini.
Pertama baca buku ini tahun dua tahun lalu, waktu dikasih tes terjemahan oleh Matahati. Dan langsung saja buku ini membuatku terpikat. Selain nuansanya yang horror, ramalan yang bersangkutpaut dengan Malaikat dan Alkitab membuat kesuraman serta unsur magis yang terdapat di dalam cerita-cerita Malaikat ini yang membuatnya semakin gelap. Padahal tokohnya yang kembar pun sudah merupakan unsur magis tersendiri.
Dan 1 poin keren untuk buku ini adalaaaah... unsur Malaikat ini bukan sekadar tempelan :P
Tidak seperti buku-buku lain yang kesannya hanya menampilkan biblical words dan tokoh Guardian atau apalah, tapi kisahnya sendiri ga jelas ke mana, yang kesannya kisah Malaikat dan unsur magisnya hanya penghias.
Buku ini jelas menawarkan hal yang berbeda dengan yang sekarang ramai di pasaran :P

Ditambaaaah alur buku ini enak diikuti, karena cepat, tidak lambat. Setiap babnya penuh dengan kejutan. Dan beberapa kali aku selalu menutup buku dengan keras saking takutnya. *yeaah salah sendiri bacanya tengah malam, Mer*